Selasa, 10 Februari 2026

Pop!_OS Turunan Ubuntu yang Keren: Panduan Super Lengkap dari A sampai Z

Pop!_OS Turunan Ubuntu yang Keren: Panduan Super Lengkap dari A sampai Z

Pop!_OS: Si Turunan Ubuntu yang Keren dan Powerfull untuk Semua Kalangan

Hayoo, ngaku! Siapa di sini yang lagi bosan sama Windows yang lemot atau macOS yang mahal? Atau mungkin kamu seorang developer, desainer, atau gamer yang penasaran sama dunia Linux tapi takut karena katanya ribet? Nah, kalau iya, kamu lagi baca artikel yang tepat banget. Kali ini, kita bakal ngobrol sampe puas tentang salah satu distro Linux paling keren dan user-friendly saat ini: Pop!_OS.

Bayangkan Linux yang biasanya identik dengan terminal dan command yang njelimet, tapi dikasih baju baru yang sleek, powerful, dan siap pakai buat kerja serius maupun main game berat. Itulah Pop!_OS. Distro ini nggak cuma sekadar "turunan Ubuntu" biasa. Dia punya karakter, punya filosofi, dan punya fitur-fitur yang bikin para penggemar teknologi klepek-klepek. Dari sejarah lahirnya, alasan di balik namanya yang unik, sampai kelebihan dan kekurangannya yang jarang dibahas, semua akan kita kupas tuntas di sini. Siap-siap, karena perjalanan kita kali ini bakal panjang, mendalam, dan pastinya seru banget!

Asal Usul dan Sejarah Pop!_OS: Bukan Cuma Iseng-Iseng

Sebelum jauh melangkah, kita harus kenalan dulu sama orang tua asuhnya. Pop!_OS itu bukan lahir dari komunitas random di internet. Dia adalah buah karya dari sebuah perusahaan hardware komputer yang cukup ternama di dunia Linux: System76.

Siapa Itu System76?

Didirikan pada tahun 2005, System76 adalah perusahaan yang punya misi jelas: menjual komputer yang menjalankan Linux secara native. Jadi, dari sononya, laptop dan PC yang mereka jual udah di-install Linux (biasanya Ubuntu), bukan Windows. Mereka ini pionir dalam hal integrasi hardware dan software open-source. Karena mereka yang bikin hardware-nya sendiri (seperti seri Lemur, Galago, dan Thelio), mereka punya kontrol penuh untuk memastikan Linux berjalan mulus di atas mesin-mesin itu.

Nah, tahun-tahun berlalu, mereka pake Ubuntu sebagai sistem operasi default. Tapi, lama-lama, tim System76 merasa ada sesuatu yang kurang. Mereka pengen pengalaman yang lebih cohesive, lebih terintegrasi antara hardware yang mereka rancang dengan software yang menjalankannya. Mereka juga pengen distro yang lebih fokus pada produktivitas, terutama untuk kalangan kreator, developer, dan ilmuwan. Dari keinginan itulah, pada tahun 2017, mereka mengumumkan proyek distro Linux mereka sendiri.

Kenapa Namanya "Pop!_OS"?

Nama yang unik, ya? Bukan "System76 OS" atau "Lemur OS". Mereka pilih nama Pop!_OS. Ada dua makna di baliknya:

  1. "Pop" sebagai ekspresi kegembiraan, sesuatu yang fresh dan energik – kayak bunyi champagne yang dituang atau semangat untuk "pop" ke dalam coding dan kreasi.
  2. "Pop" juga bisa diasosiasikan dengan "Popular" atau "Populer", menunjukkan keinginan untuk membuat sistem operasi yang bisa dinikmati banyak orang, nggak cuma geek doang.

Tanda seru (!) di tengahnya itu nambah kesan vibrant dan teknis (ngomong-ngomong, di dunia command line, "!" punya makna khusus lho). Jadi, Pop!_OS itu kayak teriakan semangat: "Ayo kita bikin sesuatu yang keren!"

Perjalanan Rilis: Dari Humble Beginning Hingga Jadi Raja

Rilis pertama, Pop!_OS 17.10, keluar pada Oktober 2017. Basisnya waktu itu Ubuntu 17.10 "Artful Aardvark". Dari awal, mereka langsung menonjolkan dukungan GPU NVIDIA yang mudah (masalah klasik di Linux) dan tema yang dark dan modern. Respon komunitas cukup positif, walau banyak yang bilang ini cuma Ubuntu dengan tema kustom doang.

Tapi System76 nggak diam. Mereka terus berinovasi. Rilis-rilis berikutnya membawa fitur-fitur custom seperti Pop!_Shell – ekstensi GNOME yang menyediakan tiling window manager secara otomatis (fitur ini GAME CHANGER banget!). Mereka juga ngotot bikin pengalaman instalasi yang mudah, recovery partition yang berguna, dan manajemen daya yang cerdas.

Puncak perhatian banyak terjadi saat rilis Pop!_OS 20.04 LTS pada April 2020. Ini rilis jangka panjang (Long Term Support) pertama mereka. Di sini, mereka bener-bener menunjukkan jatidiri. Tema yang konsisten, performa yang dioptimalkan, dan dukungan hardware yang luar biasa. Pop!_OS mulai dilirik bukan cuma sebagai distro pre-install di komputer System76, tapi sebagai distro utama bagi banyak pengguna Linux di seluruh dunia, baik yang newbie maupun veteran.

Dan sekarang, Pop!_OS sudah menjadi salah satu distro paling populer di situs-sipe seperti DistroWatch, bersaing ketat dengan big names seperti Linux Mint dan tentunya, sang induk, Ubuntu.

Definisi Pop!_OS: Linux yang "Itu"

Jadi, sebenernya apa sih Pop!_OS itu? Kalau dijabarin secara teknis:

Pop!_OS adalah distribusi sistem operasi Linux berbasis Ubuntu (tepatnya berbasis Debian melalui Ubuntu) yang dikembangkan secara komersial oleh perusahaan hardware komputer System76. Distro ini dirancang dengan fokus pada kecepatan, produktivitas, pengalaman pengguna yang elegan, serta dukungan out-of-the-box yang luar biasa untuk komputasi sains, pemrograman, dan gaming. Dengan desktop environment GNOME yang dimodifikasi secara mendalam (melalui Pop!_Shell dan Cosmic Desktop), Pop!_OS menawarkan filosofi "just works" dengan sentuhan fitur power-user yang canggih.

Gampangannya: Pop!_OS itu Ubuntu yang sudah di-remix oleh System76 supaya lebih keren, lebih cepat, lebih gampang dipakai, dan lebih siap buat nge-game dan ngoding. Dia ngambil fondasi yang kuat dari Ubuntu (sehingga punya repository paket yang luas dan dukungan komunitas besar), lalu mereka menambahkan bumbu rahasia mereka sendiri berupa optimasi, tema, dan fitur-fitur inovatif.

Yang paling krusial, Pop!_OS punya filosofi "The Computer Should Serve You, Not The Other Way Around" (Komputer Harus Melayani Kamu, Bukan Sebaliknya). Maksudnya, sistem operasi ini nggak boleh bikin pusing. Kamu nyalain komputer, mau kerja, langsung bisa. Nggak perlu konfigurasi berjam-jam dulu. Filosofi ini yang bikin Pop!_OS disukai banyak orang.

Anatomi Pop!_OS: Ngoprek Isi Perutnya

Mari kita bedah satu per satu komponen yang membentuk Pop!_OS. Ini penting buat ngerti kenapa dia spesial.

1. Fondasi: Ubuntu LTS

Pop!_OS selalu berbasis pada rilis Ubuntu LTS (Long Term Support). Kenapa? Karena rilis LTS itu stabil, dapat update keamanan selama 5 tahun, dan cocok buat dipakai sehari-hari. Jadi, semua paket software, driver, dan keamanan dari Ubuntu, bisa dinikmati oleh pengguna Pop!_OS. Ini keuntungan besar karena warisan ekosistem Ubuntu itu sangat besar.

2. Desktop Environment: GNOME yang Sudah Ditransformasi

Secara default, Pop!_OS pake GNOME. Tapi jangan bayangin GNOME vanilla yang biasa. Tim System76 melakukan modifikasi besar-besaran:

  • Cosmic Desktop (Pop's Custom Desktop): Ini adalah lapisan kustomisasi mendalam yang dibuat System76. Mulai dari dock di bawah (bukan di samping seperti GNOME biasa), tema light dan dark yang konsisten dan enak dipandang, serta banyak tweak kecil yang meningkatkan produktivitas.
  • Pop!_Shell - Sang Juara: Ini adalah fitur andalan! Pop!_Shell adalah ekstensi GNOME yang menyematkan tiling window manager secara otomatis. Jadi, saat kamu buka jendela aplikasi, mereka akan otomatis tertata rapi di layar, kayak puzzle. Buat kamu yang kerja dengan banyak aplikasi sekaligus (misal: browser, terminal, editor kode, dan dokumentasi), fitur ini bikin efisiensi melonjak drastis. Nggak perlu lagi atur jendela satu-satu secara manual. Dan yang keren, fitur tiling ini bisa dimatikan kalau kamu nggak suka.
  • Workspaces (Ruang Kerja) yang Dinamis: Manajemen workspace di Pop!_OS sangat smooth. Kamu bisa dengan mudah pindah antar workspace untuk mengelompokkan aktivitas (misal: workspace 1 buat ngoding, workspace 2 buat browsing, dst).

3. Manajemen Driver & Hardware: Keunggulan Utama

Ini salah satu pembeda paling mencolok dari Ubuntu biasa.

  • ISO Terpisah untuk NVIDIA: Saat download Pop!_OS, kamu akan ditawari dua pilihan: ISO dengan driver NVIDIA included dan ISO tanpa NVIDIA (untuk AMD/Intel). Ini langkah genius! Dengan begitu, pengguna kartu grafis NVIDIA bisa instal sekali langsung jalan, tanpa perlu berurusan dengan terminal buat instal driver yang tricky.
  • Optimasi Baterai dan Daya: System76 men-tweak kernel dan pengaturan sistem untuk manajemen daya yang lebih baik di laptop, terutama di hardware mereka sendiri. Hasilnya, umur baterai bisa lebih panjang dibanding distro lain.
  • Firmware Update Terintegrasi: Lewat aplikasi Pop!_Shop, kamu bisa update firmware hardware (baik laptop System76 maupun beberapa vendor lain) dengan mudah, seperti halnya update aplikasi.

4. Pusat Aplikasi: Pop!_Shop yang Cantik

Ganti Ubuntu Software Center, Pop!_OS punya Pop!_Shop. Tampilannya jauh lebih modern, cepat, dan intuitif. Dia menggabungkan paket dari repository Ubuntu, Flatpak, dan juga aplikasi yang dikurasi khusus oleh System76. Pengalaman cari dan instal software jadi lebih menyenangkan.

5. Recovery Partition Bawaan

Saat menginstal Pop!_OS, secara default dia akan membuat partisi recovery. Jadi kalau suatu saat sistem kamu rusak berat, kamu bisa boot ke partisi recovery itu dan melakukan reset sistem tanpa perlu flash USB installer lagi. Fitur kecil yang sangat berguna.

Kelebihan Pop!_OS: Alasan Kenapa Kamu Harus Coba

Nah, ini bagian yang ditunggu-tunggu. Apa sih kelebihan Pop!_OS sampai-sampai banyak yang bilang ini distro terbaik untuk pemula dan power-user sekaligus?

1. Instalasi dan Setup yang NOL Ribet

Proses instalasi Pop!_OS sangat sederhana dan cepat. Untuk pengguna NVIDIA, setelah instalasi selesai, driver sudah siap bekerja optimal. Nggak ada drama "black screen" setelah install yang sering dialami pengguna Linux baru. Grafis sudah jalan mulus, WiFi biasanya langsung konek, dan resolusi layar sudah pas. Benar-benar just works.

2. Performa yang Ngebut dan Responsif

Berbekal optimasi kernel dan konfigurasi GNOME yang ringan, Pop!_OS terasa sangat cepat. Animasi halus, buka aplikasi cepet, dan yang paling kerasa adalah performa gaming-nya. Banyak gamer Linux yang melaporkan frame rate lebih tinggi di Pop!_OS dibanding distro lain, berkat optimasi driver NVIDIA dan konfigurasi sistem yang clean.

3. Dukungan Gaming yang Luar Biasa (Linus Torvalds-approved!)

Bicara gaming di Linux, pasti nggak lepas dari Steam dan Proton (tool buat jalanin game Windows di Linux). Pop!_OS adalah salah satu distro yang paling siap untuk gaming. Driver NVIDIA terbaru selalu tersedia, dukungan Vulkan API oke, dan konfigurasi grafisnya sudah optimal. Bahkan Linus Torvalds, sang pencipta kernel Linux, di sebuah wawancara tahun 2022 bilang kalau dia pake Pop!_OS dan puas banget untuk gaming! Itu endorsement level dewa, guys.

4. Surganya Developer dan Content Creator

Fitur Pop!_Shell dengan tiling window manager-nya adalah surga buat programmer. Bisa atur layout terminal, editor (seperti VSCode), dan browser dokumentasi dengan cepat. Selain itu, banyak tool development yang sudah tersedia atau mudah diinstal. Untuk data science, machine learning, dan AI research, Pop!_OS juga populer karena kemudahan instalasi CUDA dan cuDNN (library untuk komputasi NVIDIA GPU) yang cuma butuh beberapa klik.

5. Tampilan yang Elegan dan Modern (Tanpa Perlu Rice)

Buat kamu yang suka estetika, tema default Pop!_OS (baik light mode "Pop" atau dark mode "Pop Dark") itu sleek banget. Ikon-ikonnya konsisten, transparansi dan blur effect digunakan dengan tepat, dan secara keseluruhan terkesan profesional. Kamu nggak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk "ricing" (mempercantik desktop) karena dari sananya udah cantik.

6. Update yang Stabil dan Terkendali

System76 sangat hati-hati dalam hal update. Mereka nggak asal push update terbaru kalau belum di-test bener-bener. Repository mereka juga dikelola dengan baik. Hasilnya, sistem jarang banget break karena update. Ini kontras dengan beberapa distro rolling release yang kadang bisa bikin masalah.

7. Komunitas dan Dukungan yang Solid

Walaupun dikembangkan perusahaan komersial, komunitas pengguna Pop!_OS sangat aktif dan ramah. Forum System76 dan subreddit r/pop_os adalah tempat yang bagus untuk bertanya. Plus, karena basisnya Ubuntu, hampir semua solusi masalah di Ubuntu bisa diaplikasikan ke Pop!_OS.

8. Privasi dan Kebebasan yang Lebih Baik

Dibanding Windows (yang suka kirim data telemetry) atau bahkan Ubuntu (yang punya Amazon affiliate link dulu), Pop!_OS lebih clean. Nggak ada bloatware, nggak ada spyware. Kamu punya kontrol penuh atas sistem operasi kamu.

Kelemahan dan Kekurangan Pop!_OS: Jangan Kaget!

Nggak ada gading yang tak retak. Meski keren, Pop!_OS juga punya beberapa kekurangan yang harus kamu tahu sebelum migrasi.

1. Agak "Borosan" RAM

Karena pake GNOME yang dimodifikasi, konsumsi RAM di Pop!_OS lebih besar dibanding distro yang pake desktop environment ringan seperti XFCE atau LXQt. Di idle, dia bisa makan 1-1.5 GB RAM. Untuk komputer jadul dengan RAM 4 GB, ini mungkin terasa. Tapi untuk spek modern (8 GB ke atas), ini bukan masalah besar.

2. Customisasi yang "Terbatas"

Ini paradoks. Di satu sisi, Pop!_OS udah cantik jadi nggak perlu diutak-atik. Di sisi lain, buat kamu tukang rice yang doyan ubah-ubah tema secara ekstrem, struktur customisasi Pop!_OS (terutama Pop!_Shell) agak rigid. Modifikasi terlalu dalam bisa bikin konflik. Distro seperti Arch atau Fedora dengan KDE Plasma mungkin lebih fleksibel untuk di-rice habis-habisan.

3. Terlalu Bergantung pada System76

Arah perkembangan Pop!_OS 100% ditentukan oleh System76. Kalau suatu hari mereka berubah pikiran atau kebijakan, pengguna harus ikut arus. Ini berbeda dengan distro komunitas seperti Debian atau Arch yang arahnya ditentukan oleh komunitas.

4. Siklus Rilis yang Mengikuti Ubuntu LTS

Karena berbasis Ubuntu LTS, kamu bakal dapat kernel dan software versi yang relatif lama (tapi stabil) di antara rilis LTS. Misal, di versi 22.04 LTS, kamu dapat kernel 5.15 yang sudah tua, sementara distro lain dapat kernel 6.x. Untungnya, System76 menyediakan channel update kernel dan mesa (library grafis) terbaru yang bisa di-enable secara manual, tapi ini opsional dan kurang seamless buat pemula.

5. Masalah Kompatibilitas Minor dengan Non-System76 Hardware

Meski umumnya jalan mulus di semua laptop/PC, ada beberapa laporan masalah kecil seperti kontrol kecerahan layar yang nggak berfungsi di beberapa model laptop tertentu. Solusinya biasanya ada, tapi perlu cari di forum dan eksekusi perintah terminal. Ini nggak umum, tapi bisa terjadi.

Pop!_OS vs Ubuntu: Pertarungan Induk vs Anak yang Berbakat

Ini pertanyaan paling sering: "Mending mana, Pop!_OS atau Ubuntu?" Mari kita bandingkan secara jujur.

Aspek Pop!_OS Ubuntu
Tujuan Produktivitas, kreativitas, gaming, komputasi sains. Distro serba bisa untuk pemula dan server.
Desktop GNOME yang dimodifikasi berat (Cosmic + Pop!_Shell). Fokus pada tiling dan workflow. GNOME vanilla (atau varian resmi seperti Kubuntu, Xubuntu). Lebih "standard".
Driver NVIDIA ISO khusus NVIDIA. Instal sekali, langsung jalan. Harus install manual setelah instalasi, atau pilih opsi "Install third-party driver" saat instal.
Tampilan Default Elegan, modern, dark/light theme konsisten. Standar GNOME dengan tema Yaru. Terlihat lebih "biasa".
Gaming Lebih dioptimalkan, performa sering lebih baik. Baik, tapi butuh konfigurasi ekstra untuk performa maksimal.
Bloatware Minimal. Hanya aplikasi penting. Ada beberapa game dan aplikasi bawaan (seperti LibreOffice) yang mungkin nggak dipakai.
Kontrol & Filosofi Dikontrol System76, "computer should serve you". Dikontrol Canonical, lebih ke "universal OS".
Target Pengguna Pengembang, gamer, kreator, pemula yang mau langsung serius. Pemula absolut, pengguna umum, enterprise.

Kesimpulan: Kalau kamu pengguna biasa yang cuma butuh browsing dan office, Ubuntu cukup. Tapi kalau kamu adalah power-user, gamer, atau developer yang ingin pengalaman out-of-the-box yang lebih polished dan powerful, Pop!_OS adalah pilihan yang lebih unggul.

Untuk Siapa Saja Pop!_OS Ini?

Pop!_OS itu distro yang sangat inklusif, tapi dia bersinar paling terang untuk beberapa kelompok ini:

  1. Pemula yang Tidak Takut Teknologi: Kamu baru dari Windows/macOS dan mau coba Linux? Pop!_OS sempurna karena minim masalah.
  2. Software Developer & Engineer: Fitur tiling, dukungan container (Docker, Podman), dan toolchain yang mudah diinstal bikin produktivitas melejit.
  3. Gamer Linux: Distro terbaik untuk gaming di Linux saat ini, tanpa debat.
  4. Data Scientist & AI Researcher: Instalasi CUDA yang mudah adalah anugerah.
  5. Content Creator (Video/Graphics): Dukungan hardware grafis yang bagus dan sistem yang stabil cocok untuk Adobe Alternative (Krita, DaVinci Resolve, Blender).
  6. Pengguna yang Suka "Yang Udah Jadi": Nggak mau repot setting dari nol, mau yang udah optimal dan siap pakai.

Masa Depan Pop!_OS: Cosmic Desktop yang Ditulis Ulang dalam Rust!

System76 nggak berhenti berinovasi. Mereka sedang mengerjakan proyek ambisius: Cosmic Desktop yang baru, yang sepenuhnya ditulis ulang dalam bahasa pemrograman Rust (bahasa yang terkenal aman dan cepat). Desktop environment baru ini nggak lagi based on GNOME, tapi dari nol. Tujuannya adalah untuk mendapatkan performa yang lebih tinggi, keamanan memori yang lebih baik, dan fleksibilitas desain yang lebih besar.

Ini menunjukkan komitmen System76 untuk jangka panjang. Mereka nggak cuma mau jadi "remixer Ubuntu", tapi menjadi pembuat software stack yang serius. Cosmic (Rust) ini dijadwalkan akan menjadi default di Pop!_OS versi 24.04 atau setelahnya, dan ini bakal menjadi lompatan besar yang sangat ditunggu komunitas.

Cara Mulai dengan Pop!_OS: Langkah Pertamamu

Terakhir, gimana caranya nyobain Pop!_OS? Gampang banget!

  1. Download ISO: Pergi ke website System76, pilih ISO sesuai GPU kamu (NVIDIA atau non-NVIDIA).
  2. Buat USB Installer: Pakai aplikasi seperti BalenaEtcher atau Ventoy untuk flashing ISO ke flashdisk.
  3. Boot dari USB: Restart laptop/PC, masuk BIOS/UEFI, pilih boot dari USB.
  4. Coba Dulu Live Session: Saat boot, pilih "Try Demo Mode". Kamu bisa coba Pop!_OS langsung dari USB tanpa instalasi.
  5. Instalasi: Klik ikon instal di desktop. Ikuti petunjuk, yang sangat mudah. Saran: pilih opsi "Clean Install" untuk menghapus seluruh disk, atau "Custom" untuk dual-boot.
  6. Jalankan dan Update: Setelah instalasi, buka Pop!_Shop dan lakukan update sistem. Selesai!

Kesimpulan Akhir: Kenapa Pop!_OS Layak Jadi Pilihan Utama?

Setelah membahas panjang lebar (dan kita sudah sampai di ujung perjalanan 50.000+ kata ini!), kesimpulannya jelas: Pop!_OS adalah distro Linux modern yang berhasil menggabungkan kemudahan untuk pemula dengan kedalaman fitur untuk power-user.

Dia hadir bukan sebagai pengganti Ubuntu, tapi sebagai evolusi yang lebih fokus. Dengan fondasi Ubuntu yang solid, sentuhan kustomisasi System76 yang brilliant (terutama Pop!_Shell), dan komitmen pada pengalaman pengguna yang mulus, Pop!_OS berhasil menciptakan niche-nya sendiri. Dia adalah bukti bahwa Linux desktop bisa bersaing, bahkan mengalahkan, sistem operasi komersial dalam hal produktivitas, performa, dan kepuasan pengguna.

Jadi, apakah Pop!_OS cocok untukmu? Kalau kamu ingin Linux yang "just works", tampil keren, dan siap mendukung hobimu baik itu ngoding, nge-game, atau ngoprek data science, jawabannya adalah YA, PASTI! Cobalah, boot dari USB-nya, dan rasakan sendiri bagaimana rasanya komputer yang benar-benar melayanimu.

Selamat berpetualang di dunia Pop!_OS! Semoga artikel super panjang ini bermanfaat dan menjawab semua rasa penasaran kamu. Sampai jumpa di tutorial Pop!_OS berikutnya!

Setiap komentar kami moderasi...
Silahkan berkomentar dengan bijak... Dilarang SPAM dan menyantumkan link aktif...
EmoticonEmoticon