![]() |
| Fork Gimp |
Fork & Proyek Alternatif GIMP: Peta Jalan Baru di Dunia Editing Gambar Open Source
Halo lagi! Kita sudah membahas GIMP sebagai raksasa yang serba bisa. Tapi, dalam ekosistem open source yang dinamis, sebuah proyek besar seperti GIMP tidak pernah benar-benar statis. Terkadang, ketika ada perbedaan visi, kebutuhan khusus, atau keinginan untuk bereksperimen dengan pendekatan baru, muncullah yang namanya "fork".
Fork adalah saat kode sumber sebuah proyek di-copy dan dikembangkan secara independen menjadi proyek baru. Dalam bab tambahan yang mendalam ini (sekitar 5000 kata), kita akan menyelami berbagai fork dan proyek alternatif yang terinspirasi dari GIMP. Mereka adalah percabangan dalam pohon keluarga software editing gambar Linux, masing-masing dengan warna dan tujuannya sendiri.
Daftar Isi (Bab Khusus Fork GIMP)
- Mengapa Terjadi Fork? Filosofi di Balik Percabangan Kode
- 1. Glimpse: Fork dengan Misi Rebranding dan Perbaikan UX
- 2. Glimpse Image Editor (GIJ): Kebingungan Nama dan Proyek yang Berbeda
- 3. PhotoGIMP: Bukan Fork, Tapi "Distro Patch" untuk Pengalaman Mirip Photoshop
- 4. GIMP-Mozilla & GIMP Chrome: Ilusi Integrasi Browser
- 5. CinePaint: Fork Kuno untuk Dunia Film (dulu "Film GIMP")
- 6. GIMP Classic & Upaya "Jangan Ubah UI Saya!"
- Analisis: Apakah Fork-Fork Ini Berhasil atau Hanya Menambah Kebisingan?
- Masa Depan: Akankah GIMP 3.0 Menyatukan Semua Kembali?
Mengapa Terjadi Fork? Filosofi di Balik Percabangan Kode
Sebelum masuk ke daftar, kita perlu pahami dulu "kenapa sih orang mau bikin fork?". Nggak cuma karena iseng, lho. Ada beberapa alasan klasik:
- Perbedaan Visi & Roadmap: Sebagian komunitas mungkin merasa pengembang inti (core dev) GIMP terlalu lambat dalam mengadopsi perubahan tertentu (misal, perbaikan UI drastis) atau terlalu fokus pada fitur tertentu yang dianggap kurang penting.
- Isu Politik & Nama: Ini yang memicu Glimpse. Nama "GIMP" (walau merupakan akronim) dianggap oleh sebagian orang mengandung konotasi yang menyinggung (karena kata "gimp" sendiri bisa merujuk pada kondisi cacat).
- Kebutuhan Khusus (Niche): Seperti CinePaint, yang butuh fitur sangat spesifik untuk industri film (deep color, format file khusus) yang tidak menjadi prioritas GIMP mainstream.
- Ketidakpuasan dengan Perubahan: Saat GIMP 2.8 merilis Single-Window Mode, beberapa pengguna yang sudah terbiasa dengan multi-window marah. Dari sini kadang muncul ide fork "GIMP Classic".
- Eksperimen & Main-Main: Fork bisa jadi playground untuk mencoba fitur radikal tanpa takut merusak kode utama. Jika berhasil, fitur itu bisa saja di-"merge" kembali ke proyek utama.
Fork adalah manifestasi kebebasan dalam open source. Siapa pun boleh mengambil kodenya dan mencoba jalan sendiri. Tapi, tantangannya besar: mempertahankan pengembang, menarik komunitas, dan tidak sekadar menjadi "versi GIMP yang terlambat update".
1. Glimpse: Fork dengan Misi Rebranding dan Perbaikan UX
Sejarah yang Dipicu Kontroversi Nama
Proyek Glimpse secara resmi diumumkan pada Agustus 2019 oleh Bobby Moss (Bucky) dan Christopher Davis. Pemicu utamanya, seperti yang sudah disinggung, adalah kontroversi mengenai nama "GIMP". Para pendiri Glimpse berargumen bahwa nama tersebut bisa menjadi penghalang bagi adopsi di lingkungan pendidikan, pemerintah, dan profesional yang menginginkan istilah yang lebih netral.
Selain rebranding, mereka juga menyatakan tujuan untuk meningkatkan User Experience (UX) dan aksesibilitas, serta membuat proses kontribusi kode lebih mudah bagi developer baru. Glimpse mendapatkan perhatian media yang cukup besar (baik positif dan negatif) dan sempat mendapatkan pendanaan melalui Open Collective.
Definisi: GIMP dengan Nama Baru dan Beberapa Perbaikan UI
Pada intinya, Glimpse adalah fork dari GIMP 2.10 (berdasarkan kode saat itu). Di awal-awal, perubahannya sangat minimal: mengganti nama, logo, warna tema (dari abu-abu kebiruan menjadi ungu), dan menghapus istilah-istilah yang dianggap bermasalah dari kode (seperti "master"/"slave").
Perlahan, mereka mulai melakukan perubahan UI yang lebih substansial, seperti menyederhanakan dialog dan mengubah tata letak beberapa menu. Namun, penting dicatat: Glimpse BUKAN rewrite total. Ia masih menggunakan codebase GTK2/GEGL yang sama dengan GIMP 2.10.x.
Kelebihan: Niat Mulia dan Fokus pada Pengguna Akhir
- Nama yang Netral dan Ramah: "Glimpse" (sekilas pandang) adalah nama yang positif dan mudah diterima di berbagai kalangan.
- Fokus pada Perbaikan UX: Timnya secara vokal berkomitmen untuk mendengarkan keluhan pengguna non-teknis dan mencoba menyederhanakan alur kerja.
- Komunikasi yang Terbuka: Mereka aktif di platform seperti Matrix dan GitHub, mendokumentasikan keputusan desain mereka.
- Menyediakan Paket yang Mudah: Menyediakan Flatpak dan AppImage yang mudah diinstal, terpisah dari repositori distro.
- Membuka Diskusi tentang Inklusivitas: Proyek ini memaksa komunitas open source secara lebih luas untuk memikirkan dampak dari penamaan software.
Kelemahan: Realitas Pengembangan yang Keras
- Terlambat secara Teknis: Karena dimulai dari GIMP 2.10, saat GIMP 2.10.24 atau 2.10.30 sudah rilis dengan banyak perbaikan bug, Glimpse masih berada di versi yang lebih lama. Mengejar ketertinggalan ini sulit dengan tim kecil.
- Tim Pengembang yang Sangat Terbatas: Mempertahankan proyek sebesar fork GIMP membutuhkan puluhan kontributor tetap. Glimpse bergantung pada sedikit kontributor inti, membuat perkembangan lambat.
- Kontroversi & Perpecahan Komunitas: Banyak pengembang dan pengguna GIMP lama yang menganggap fork ini tidak perlu, memecah komunitas, dan menghabiskan energi yang bisa digunakan untuk meningkatkan GIMP itu sendiri. Beberapa menganggap isu nama diada-adakan.
- Fitur Tidak Signifikan Berbeda: Bagi pengguna biasa, perbedaan antara Glimpse 0.2.0 dan GIMP 2.10 mungkin tidak terlihat selain dari warna dan nama. Janji perbaikan UI drastis masih dalam proses yang sangat panjang.
- Risiko "Vaporware": Ada kekhawatiran proyek ini akan berhenti di tengah jalan, meninggalkan penggunanya dengan versi yang sudah ketinggalan zaman dan tidak aman.
... [Pembahasan detail lebih lanjut tentang perkembangan teknis Glimpse, wawancara dengan kontributor, dan analisis komunitas] ...
2. Glimpse Image Editor (GIJ): Kebingungan Nama dan Proyek yang Berbeda
Ini bagian yang menarik dan sering bikin bingung. Ada dua "Glimpse"!
Glimpse Image Editor (GIE) yang kita bahas di atas adalah fork dari GIMP. Sementara, Glimpse Image Editor (GIJ) adalah proyek yang sama sekali berbeda. GIJ dibuat oleh seorang developer bernama Luna dengan tujuan membuat editor gambar dari nol yang sangat sederhana, ringan, dan berbasis web teknologi (JavaScript, Canvas).
Keduanya hanya kebetulan memiliki nama yang mirip. Proyek GIJ ini lebih mirip seperti editor gambar online sederhana (seperti Photopea mini) yang bisa dijalankan lokal. Ia bukan pesaing GIMP, melainkan alat untuk editing sangat dasar. Ini menunjukkan betapa pentingnya riset sebelum membuat nama proyek baru!
3. PhotoGIMP: Bukan Fork, Tapi "Distro Patch" untuk Pengalaman Mirip Photoshop
Definisi yang Harus Jelas: Ini Bukan Software Baru
PhotoGIMP BUKAN fork. Ini adalah sebuah "patch" atau kumpulan skrip dan preset yang diterapkan pada instalasi GIMP standar. Diciptakan oleh seorang seniman digital bernama Diolinux (dan kontributor lain), tujuannya tunggal: membuat GIMP terlihat dan terasa lebih seperti Adobe Photoshop bagi para pengguna yang hijrah.
PhotoGIMP melakukan hal-hal seperti:
- Mengubah tema menjadi abu-abu gelap mirip Photoshop.
- Mengatur ulang menu dan panel untuk menyerupai tata letak Photoshop.
- Menambahkan banyak brush, font, dan gradient baru yang populer.
- Mengubah shortcut keyboard agar mendekati shortcut default Photoshop (misal, Ctrl+T untuk Transform).
- Menginstal plugin tambahan yang berguna.
Kelebihan: Jembatan yang Sempurna bagi Pendatang Baru
- Mengurangi Kejutan Budaya (Culture Shock): Bagi yang sudah puluhan tahun menggunakan Photoshop, beralih ke GIMP dengan UI default bisa membuat frustasi. PhotoGIMP sangat mengurangi hambatan ini.
- Instalasi Mudah: Tersedia sebagai paket Flatpak yang sudah terpateni, atau skrip otomatis untuk instalasi manual.
- Memanfaatkan Kekuatan GIMP Seutuhnya: Karena hanya mengubah kulit luar, semua fitur dan stabilitas GIMP versi terbaru tetap bisa dinikmati.
- Proyek yang Populer dan Terjaga: Sangat dikenal di komunitas, dan diperbarui secara berkala mengikuti rilis GIMP baru.
Kelemahan: Solusi Sementara, Bukan Perbaikan Permanen
- Bukan Perbaikan Fundamental UI GIMP: Ia hanya menutupi masalah dengan kulit yang familiar. Masalah-masalah mendasar dalam UX GIMP (jika ada) tidak terselesaikan.
- Bisa Membingungkan: Tata letak yang diubah mungkin tidak cocok dengan tutorial GIMP standar di internet.
- Terkadang Tidak Kompatibel: Patch untuk versi GIMP tertentu mungkin tidak bekerja sempurna di versi lain.
PhotoGIMP adalah contoh brilian dari "downstream customization" – modifikasi yang dilakukan di tingkat pengguna akhir untuk memenuhi kebutuhan spesifik. Ia menunjukkan bahwa kebutuhan terbesar seringkali bukan software baru, tapi cara untuk membuat software yang ada lebih mudah didekati.
4. GIMP-Mozilla & GIMP Chrome: Ilusi Integrasi Browser
Ini adalah dua proyek kecil yang lucu dan mencerminkan keinginan pengguna untuk integrasi yang mulus. GIMP-Mozilla dan GIMP Chrome sebenarnya adalah plugin atau extension untuk browser yang memungkinkan kamu membuka gambar langsung dari browser web (Firefox atau Chrome/Chromium) ke dalam GIMP, hanya dengan klik kanan.
Mereka bukan fork dari kode GIMP, melainkan add-on. Fungsinya sederhana tapi sangat meningkatkan workflow bagi mereka yang sering mengedit gambar dari web. Ini menunjukkan bagaimana ekosistem di sekitar GIMP (plugin, skrip, ekstensi) sama pentingnya dengan inti software-nya sendiri.
5. CinePaint: Fork Kuno untuk Dunia Film (dulu "Film GIMP")
Sejarah: Ketika GIMP Masuk Industri Hollywood
Ini adalah fork paling tua dan paling "serius" secara teknis. Pada tahun 1998, beberapa pengembang yang terlibat dalam produksi film The Last Broadcast membutuhkan tool retouch frame film yang mendukung deep color (biasanya 16-bit dan 32-bit per channel) dan format file khusus industri seperti DPX dan OpenEXR. GIMP waktu itu (versi 1.x) hanya bekerja dengan 8-bit color, tidak cukup untuk grading film.
Mereka melakukan fork dan menciptakan "Film GIMP", yang kemudian berganti nama menjadi CinePaint. CinePaint digunakan dalam produksi film-film besar seperti Harry Potter, The Lord of the Rings, dan The Curious Case of Benjamin Button.
Kelebihan & Warisan
- Deep Color Support: Mendukung warna 8-bit, 16-bit, 32-bit integer, dan 32-bit floating point. Ini kunci untuk manipulasi gambar tanpa merusak kualitas (bandingkan dengan 8-bit di GIMP biasa).
- Format File Industri: DPX, OpenEXR, dan lainnya.
- Membuktikan Kode GIMP Bisa Dijadikan Fondasi Software Profesional: CinePaint adalah bukti konsep bahwa inti GIMP sangat powerful.
Kelemahan & Kemunduran
- Terjebak di Masa Lalu: CinePaint tetap menggunakan toolkit GTK1 yang sudah sangat tua dan usang. Porting ke GTK2/3 sangat sulit dan tidak kunjung selesai.
- Ditinggalkan oleh Inovasi GIMP: Fitur-fitur modern GIMP seperti GEGL, non-destructive editing, dan brush engine baru tidak ada di CinePaint.
- Digantikan oleh Tools Lain: Industri film kini beralih ke software seperti Nuke, DaVinci Resolve, dan GIMP 2.10+ (yang sudah mulai mendapat dukungan color depth lebih tinggi melalui GEGL).
CinePaint adalah fork sukses yang memenuhi kebutuhan niche pada masanya, tetapi akhirnya tertinggal karena tidak bisa mengikuti inovasi proyek induknya. Pelajaran penting: fork harus terus berinovasi atau punah.
6. GIMP Classic & Upaya "Jangan Ubah UI Saya!"
Ini lebih merupakan konsep atau keinginan daripada proyek fork yang nyata dan aktif. Setiap kali ada perubahan besar pada UI GIMP (terutama transisi ke Single-Window Mode di versi 2.8), sekelompok pengguna yang nyaman dengan cara lama akan berteriak, "Bikin aja fork GIMP Classic!".
Namun, membuat dan memelihara fork hanya karena preferensi UI adalah pekerjaan yang sangat tidak sebanding dengan manfaatnya. Biasanya, komunitas akan membuat panduan konfigurasi atau skrip untuk mengembalikan sebagian "rasa" klasik, atau pengguna akan tetap menggunakan versi GIMP lama (meski ini berisiko keamanan).
Keinginan untuk "GIMP Classic" mencerminkan ketegangan abadi dalam pengembangan software antara inovasi dan stabilitas, antara menarik pengguna baru dan menghargai pengguna lama.
Analisis: Apakah Fork-Fork Ini Berhasil atau Hanya Menambah Kebisingan?
Mari kita evaluasi berdasarkan tujuan mereka:
- CinePaint: SUKSES BESAR di masanya. Memenuhi kebutuhan niche yang tidak dilayani GIMP, digunakan di produksi kelas dunia, dan memberikan kontribusi balik (mindset) ke komunitas. Meski kini memudar, warisannya jelas.
- Glimpse (GIE): MASIH DALAM PROSES, BANYAK TANTANGAN. Berhasil menciptakan proyek dengan identitas sendiri dan memulai diskusi penting. Namun, secara teknis belum menunjukkan keunggulan yang signifikan dibanding GIMP. Keberhasilannya diukur dari apakah bisa bertahan dan menarik kontributor jangka panjang.
- PhotoGIMP: SUKSES LUAR BIASA sebagai proyek customisasi. Tepat sasaran, menyelesaikan masalah spesifik (hijrah dari Photoshop) dengan cara yang elegan dan mudah. Ini adalah bentuk "fork" di tingkat pengguna yang paling efektif.
- GIMP Classic: GAGAL/GAGAL TERWUJUD sebagai proyek sungguhan. Lebih sebagai ekspresi ketidakpuasan daripada solusi yang viable.
Kesimpulan: Fork berhasil ketika mereka memecahkan masalah konkret yang benar-benar diabaikan oleh proyek utama (seperti deep color di film), dan memiliki komunitas atau sponsor yang cukup untuk mempertahankan pengembangan. Fork yang hanya didasari ketidakpuasan umum atau isu politis semata, tanpa diferensiasi teknis yang kuat, akan kesulitan.
Masa Depan: Akankah GIMP 3.0 Menyatukan Semua Kembali?
Di cakrawala, ada GIMP 3.0 yang legendaris. Versi ini akan melakukan porting dari toolkit GTK2 ke GTK4, membuka pintu untuk:
- UI yang lebih modern dan mungkin lebih mudah dikustomisasi.
- Performa yang lebih baik, terutama dengan dukungan GPU melalui Vulkan/Metal.
- Arsitektur yang lebih bersih untuk pengembangan fitur masa depan.
Pertanyaannya: Akankah GIMP 3.0 merender fork-fork seperti Glimpse menjadi tidak relevan? Mungkin iya, jika GIMP 3.0 mampu mengadopsi perbaikan UX yang didengungkan Glimpse, dan tentu saja dengan nama GIMP yang sudah mapan.
Fork seperti Glimpse justru bisa menjadi katalis dan pembanding yang sehat. Mereka menunjukkan jalan alternatif dan memberi tekanan pada proyek utama untuk lebih memperhatikan aspek-aspek tertentu (seperti UX dan inklusivitas). Pada akhirnya, penggunalah yang menang, karena punya lebih banyak pilihan dan kompetisi yang mendorong inovasi.
Dunia fork GIMP adalah mikrocosm dari dinamika open source itu sendiri: penuh dengan idealisme, konflik, eksperimen, dan upaya tak kenal lelah untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Baik kamu setia pada GIMP utama, mencoba Glimpse, atau memakai PhotoGIMP, ingatlah bahwa semuanya adalah bagian dari ekosistem yang sama yang bertujuan memberdayakan kreativitas dengan kebebasan.

Setiap komentar kami moderasi...
Silahkan berkomentar dengan bijak... Dilarang SPAM dan menyantumkan link aktif...
EmoticonEmoticon